Tampilkan postingan dengan label Obat tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obat tradisional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Mei 2013

Penurun Panas Alami Untuk Anak

Setelah tiga hari istirahat ngeblog karena sakit, ternyata sekarang giliran anak yang kena demam. Seperti biasa saat anak kami terserang demam, saya selalu memberikan Penurun Panas Alami Untuk Anak. Bukan berarti bahwa Antipiretik (obat penurun panas) yang dijual di apotek tidak bagus, namun tidak ada salahnya menggunakan obat tradisional yang aman dan bebas efek samping.

Buat teman-teman yang ingin mencoba Resep Antipiretik Alami tersebut adalah sebagai berikut :
  • Ambil Satu Siung Bawang Merah, Kupas lalu iris kecil-kecil seperti ingin membuat tumis bawang
  • Tambahkan 1-2 sendok VCO (Minyak Kelapa) lalu remas-remas bawang merah yang telah diris kecil-kecil
  • Oleskan pada bagian kepala anak.
Insya Allah demam anak anda akan segera turun. Bila demam anak sangat tinggi dapat dioleskan pula pada bagian kaki, lengan, perut, punggung dan dada.

Minggu, 19 Mei 2013

Khasiat Kembang Sepatu

Khasiat Kembang Sepatu
Kembang sepatu dikenal dengan nama latin Hibiscus rosa-sinensis L. Tanaman ini tumbuh dengan mudah di daerah tropis seperti Indonesia. Selain sebagai tanaman hias khasiat kembang sepatu untuk kesehatan juga sangat banyak.


Khasiat Kembang Sepatu
  1. Mencegah Rambut Rontok : Ambil segenggam daun kembang sepatu lalu rebus dengan air hingga mendidih. Setelah dingin, air rebusan tersebut digunakan untuk keramas.
  2. Obat Jerawat : Haluskan daun kembang sepatu campur dengan madu lalu oleskan pada kulit yang berjerawat.
  3. Batuk, Demam dan Sariawan : Rebus segenggam daun kembang sepatu, lalu saring dan minum air rebusan tersebut selagi masih hangat.
Klasifikasi ilmiah Kembang sepatu :

Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Dilleniidae
Ordo: Malvales
Famili: Malvaceae (suku kapas-kapasan)
Genus: Hibiscus
Spesies: Hibiscus rosa-sinensis L.

Kandungan Kimia :  Flavonoida, saponin, polifenol dan tanin.

Jumat, 10 Mei 2013

Obat Panu Paling Manjur

Obat panu paling manjur
Panu merupakan jenis penyakit kulit yang diakibatkan oleh jamur Candida Albicans. Jamur ini termasuk kategori jamur mikroskopis artinya jamur yang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Penyakit ini umum bagi masyarakat yang hidup di iklim tropis seperti Indonesia dan juga orang yang memiliki personal hygine rendah.
Salah satu obat panu paling manjur adalah Ketepeng Cina (Cassia alata). Tanaman ini tumbuh liar di Indonesia.
Nama Lain : Galingkang (Bugis), Seven golden candlestik (Inggris), Ketepeng kebo (Jawa), Ketepeng badak (Sunda), Acon-aconan (Madura), Sajamera (Halmahera), Kupang-kupang (Ternate), Tabankun (Tidore), Daun kupang, daun kurap, gelenggang, uru'kap (Sumatera). 
Berikut Klasifikasi Ilmiah tanaman tersebut
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae (suku polong-polongan)
Genus: Cassia
Spesies: Cassia alata L.
Cara Penggunaan
Ambil 7 lembar daun ketepeng cina (Cassia alata) lumatkan hingga halus lalu gosokkan ke bagian tubuh yang terkena panu 2 kali sehari. Insya Allah dalam waktu 3 hari panu akan hilang.
Namun jika di daerah anda tidak terdapat ketepeng cina maka anda dapat menggunakan :
Lengkuas & Bawang Putih : Kupas Lengkuas/bawang putih lalu tumbuk sampai sedikit halus lalu gosokkan di bagian tubuh yang terkena panu. Cuma akan terasa sedikit pedas di kulit.
Demikianlah sedikit tips cara menghilangkan panu. Selamat Mencoba.

Jumat, 26 Agustus 2011

Gandarusa sebagai Kontrasepsi Pria

Gandarusa, daun rusa, atau kisi-kisi (Justicia gendarussa Burm.f.) merupakan semak tropis yang biasa dijumpai di pekarangan rumah, baik sendiri atau sebagai pagar hidup. Tumbuhan ini mudah tumbuh dan dapat diperbanyak dengan stek.
Gandarusa memiliki efek analgetik, diuretik, dan antispermatozoa. Daunnya mengandung alkaloid yang berpotensi racun bagi manusia. Tumbuhan ini dilaporkan digunakan sebagai alat kontrasepsi pria oleh beberapa penduduk lokal Pulau Papua. Hasil penelitian di Unair menunjukkan efek menekan kadar testosteron pada mencit melalui kadar polifenol tertentu (belum diketahui pasti) yang menurunkan aktivitas enzim hialuronidase pada spermatozoa sehingga sel sperma tidak mampu menembus dinding sel telur.
Gandarusa telah dipatenkan sebagai Tablet herbal untuk membatasi kelahiran oleh seorang Apoteker yang bernama Bambang Prajogo Eko Wardojo (54). Tablet kontrasepsi pria yang ditemukannya sudah diuji klinis kepada manusia. Bambang memperoleh hak patennya pada 12 Juni 2008. Untuk mendapatkan hak paten itu, Bambang harus menanti prosesnya selama tujuh tahun. Ia mengajukan perolehan hak paten sejak 23 Januari 2001.
Saat ini Tablet Gandarusa sebagai kontrasepsi Pria telah diproduksi oleh PT. Indofarma atas permintaan BKKBN.

Kamis, 27 Mei 2010

Khasiat Bambu Untuk Kesehatan

Bambu selama ini dimanfaatkan masyarakat Indonesia untuk berbagi hal. bahkan rebung sering dibuat sayur untuk konsumsi sehari-hari masyarakat Indonesia. Para pakar kedokteran cina kuno mendeskripsikan fungsi obat dan pangan daun bambu dalam kitab Yao Pin Hua Yi atau kitab penggalian arti herbal-herbal, yakni bersifat sejuk, harum, dapat masuk ke meridian jantung, rasanya pahit dan sejuk, chi-nya juga sejuk.


Penelitian menunjukkan, daun bambu mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen, dan sebagainya, sehingga baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol. Juga bisa menurunkan oksidasi antioksidan atau radikal bebas, sebagai bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan mencegah penyakit kardiovaskular.
Muliadi Lim OMD-oriental medical doctor dari Shanghai TC University mengungkapkan, kandungan flavonoid daun bambu memiliki efek positif pada kemoterapi terhadap sumsum tulang dan imunitas tubuh, bisa memperbaiki aliran mikrovaskular bagi penderita jantung, fungsi trombosit, dan peredaran darah di otot jantung.
Mirip Hemoglobin
Pakar kesehatan dari Jepang meyakini susunan flavonoid daun bambu mirip susunan hemoglobin. Karena itu, daun bambu bisa langsung disuntikkan ke dalam vena dan dapat meningkatkan efisiensinya.
Flavonoid daun bambu juga aman, tak beracun. Uniknya, flavonoid daun bambu merupakan sumber daya domestik flavonoid pertama yang ditemukan di negeri Cina dan telah dipatenkan secara resmi.
Badan Kesehatan di Provinsi Zhe Jiang-Cina, melalui tes toksiologi, melakukan uji oral ekstrak daun bambu pada tikus dengan dosis LD50, yang lebih besar dari 10g/kg berat badan tikus. Hasilnya daun bambu bebas racun.
Benarkah kandungan flavonoid daun bambu mampu menyehatkan jantung? Sebuah penelitian secara khusus dilakukan guna mengungkapkan manfaat flavonoid daun bambu terhadap pembuluh darah dan aliran darah pembuluh koroner.
Variasi penelitian dengan dosis tinggi, menengah, dan rendah, flavonoid daun bambu terbukti dapat memperlancar aliran darah koroner dari jantung Cavia cobaya (sejenis tikus) yang terpisah dengan badannya. Perhitungan terhadap grup dan masing-masing anggota grup mempunyai perbedaan yang signifikan, bertambah seiring dengan besarnya dosis.
Dosis tinggi, menengah, dan rendah flavonoid daun bambu dapat menambah daya kontraksi otot jantung dan perhitungan terhadap grup juga mempunyai perbedaan yang jelas. Efek dari grup dosis kecil (2,5 mg/ml) menerangkan hasil positif bagi fungsi fisiologi normal arteri koroner dan berpotensi mencegah terjadinya gangguan jantung.
Sejak tahun 1998, ahli di Cina telah banyak melakukan penelitian terhadap fungsi flavonoid daun bambu untuk menghambat oksidasi lemak. Contohnya, campuran segelas minuman cokelat dengan 1 persen ekstrak daun bambu secara signifikan meningkatkan antiradikal bebas sekaligus melindungi aktivitas vitamin A dan E.
Di pasar dalam negeri produk ekstrak daun bambu relatif belum banyak. Biasanya dalam bentuk tablet maupun sejenis makanan ringan yang dapat dikonsumsi, layaknya jajanan. Karena dalam bentuk ekstrak, tentu diperlukan sikap hati-hati dalam mengonsumsinya. Cara terbaik untuk mengurangi risiko, perhatikan legalitas produk seperti ada tidaknya sertifikasi dari Badan POM.
Manfaat Bambu dari Zaman ke Zaman
Berbagai kitab herbal, kitab obat klasik, dan farmakop Cina mencatat khasiat bambu dalam menyembuhkan penyakit. Di antaranya:
- Bie Lu. Daun bambu bersifat dingin, tidak beracun, untuk mengobati rasa panas di dada dan batuk.
- Sheng Hui Fang. Bubur daun bambu bisa menyembuhkan jantung panas pada anak kecil atau tidak sadarkan diri. Ramuannya: daun bambu 60 g, beras secukupnya, dan 15 g yin chen (wormwood/Artemisiae scopariae) dibuat bubur.
- Kitab Terapi Herbal. Daun bambu mampu menyembuhkan batuk, haus, dahak, radang tenggorokan, dan menghilangkan rasa panas.
- Ben Cao Qiu Zhen. Daun bambu bisa menyegarkan hati, menghangatkan limpa, menghilangkan riak dan dahaga, angin jahat, batuk, sesak, muntah darah, stroke ringan, dan lain lain.
- Yao Pin Hua Yi. Kitab yang dikenal sebagai Kitab Definisi Obat ini mencatat, daun bambu menyegarkan, agak pahit, mampu menetralkan semua chi dingin dan panas.
- Jing Yue (Kitab Herbal Klasik). Daun bambu, dengan aromanya yang ringan, bisa menetralkan rasa panas, terutama chi di jantung. Merupakan obat yang baik, terutama untuk mengobati dahaga karena hari panas, membersihkan sputum/riak di dada, meredakan rasa dingin dan lemah, batuk, dan asma. Hanya daun bambu yang bisa memasuki kandung empedu dan membawa chi netral ke dalam paru-paru untuk mengeluarkan panas.
- Ben Jing Feng Yuan. Dalam Kitab Herbal Klasik Shennong ini tertulis daun bambu menyembuhkan salah urat, luka, dan membunuh parasit.
- Kamus Besar Obat Cina. Daun bambu meredakan rasa cemas dan panas, serta melancarkan buang air kecil.
Sumber : Kompas.com